Jelang Porprov, 199 Atlet Purworejo Mulai Tes Fisik dan Kesehatan

PURWOREJO, Purworejosport.com,
Sebanyak 199 atlet dan pelatih dari 26 cabang olahraga kontingen Kabupaten Purworejo mengikuti tes fisik dan kesehatan. Ini merupakan bagian dari persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026. Kegiatan digelar di GOR Sarwo Edi Wibowo, Minggu (1/2/2026).

Ketua KONI Kabupaten Purworejo, Muhamad Abdullah, mengatakan bahwa tes tersebut bertujuan untuk mengetahui kondisi terkini kesiapan fisik, kesehatan, dan mental para atlet serta official yang akan diberangkatkan ke ajang Porprov Jateng. Porprov dijadwalkan berlangsung pada September dan Oktober 2026.

“Ini merupakan tes fisik dan kesehatan awal. Ke depan, kegiatan serupa akan kami laksanakan setiap tiga bulan sekali hingga menjelang keberangkatan kontingen,” ujar Abdullah saat dikonfirmasi di sela kegiatan.

Menurutnya, pemantauan berkala ini penting agar kondisi fisik dan kebugaran atlet selalu terjaga. Hasil tes akan menjadi bahan evaluasi bagi KONI dan pelatih untuk menentukan program latihan lanjutan.

“Kondisi atlet akan terus kami pantau. Bagi atlet yang fisiknya masih kurang, akan diberikan latihan tambahan agar benar-benar siap bertanding,” jelasnya.

Abdullah menegaskan, pemantauan fisik dan kesehatan akan dilakukan hingga bulan terakhir sebelum keberangkatan. Harapannya, seluruh atlet berada dalam kondisi fit, sehat, dan siap berkompetisi di lapangan.

Latihan fisik dijalani atlet Purworejo jelang Porprov 2026

Dalam tes tersebut, para atlet menjalani berbagai pemeriksaan. Mulai dari tes kesehatan umum, kekuatan otot, daya tahan fisik (endurance), hingga kelincahan. Pelaksanaan tes melibatkan anggota KONI dan petugas medis dari PMI Cabang Purworejo.

Lebih lanjut, Abdullah menjelaskan bahwa dari total 36 cabang olahraga yang tergabung dalam KONI Purworejo, hanya 26 cabor yang lolos mengikuti Porprov Jateng 2026. Kelolosan tersebut melalui proses seleksi di tingkat karisidenan Kedu hingga seleksi sentral provinsi.

“Yang lolos adalah cabor yang menjadi juara karesidenan. Di tingkat provinsi, yang diambil peringkat 1 sampai 6 atau 7, dan ditambah satu dari tuan rumah,” ungkapnya.

Sebagai bagian dari persiapan, seluruh atlet dan pelatih yang lolos akan mengikuti Program Pelatihan Jangka Panjang (PJP) mulai Februari 2026 hingga menjelang keberangkatan. Program ini direncanakan berlangsung secara berkala setiap tiga bulan, dengan fokus pada pematangan fisik, kesehatan, dan teknik.

“Selama sekitar delapan bulan ke depan, kondisi fisik dan kesehatan atlet akan terus kami pantau. Untuk pematangan teknik, juga kami berikan melalui PJP,” pungkas Abdullah. (Kun)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *