Komunikasi Berantakan, Popsivo Polwan Kalah Dramatis di Final Four Proliga 2026

SOLO, Purworejosport.com, Kekalahan pahit harus ditelan tim voli putri Jakarta Popsivo Polwan saat menghadapi Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia dalam laga final four Proliga 2026. Bertanding di GOR Sritex Arena, Solo, Sabtu (11/4/2026) malam, Popsivo takluk dengan skor 1-3 (23-25, 25-21, 25-23, 25-20) setelah melalui pertandingan sengit.

Kapten Popsivo Polwan, Amalia Fajrina, mengungkapkan bahwa kendala utama timnya terletak pada komunikasi antar pemain yang belum berjalan optimal. Menurutnya, perubahan komposisi skuad, khususnya di posisi tosser yang masih diisi pemain muda, menjadi faktor yang cukup memengaruhi performa tim di lapangan.

“Karena ini komposisi baru, komunikasinya belum lancar. Seharusnya tosser yang mengambil alih permainan, tetapi tosser kami masih junior, jadi mungkin masih ada rasa takut. Padahal, semua serangan bergantung pada dia,” ujar Amalia.

Ia menambahkan, kondisi tersebut menjadi bahan evaluasi penting bagi tim ke depannya. Amalia berharap para pemain muda bisa meningkatkan kepercayaan diri serta kematangan dalam bermain.

“Ini jadi pembelajaran bagi kami, apalagi banyak pemain junior yang masih kurang jam terbang. Kami harap ke depan mereka bisa lebih matang, baik dari segi komunikasi maupun permainan,” lanjutnya.

Meski kalah, Amalia menilai performa timnya sebenarnya tidak terpaut jauh dari lawan. Namun, beberapa momen krusial menjadi pembeda hasil akhir pertandingan.

“Secara keseluruhan sudah bagus, tapi kami kalah di momen breakpoint. Di set kedua kami sempat unggul, tetapi kehilangan momentum. Set ketiga kami mencoba mengejar, namun belum berhasil. Di set keempat, serangan balik kami juga kurang stabil,” jelasnya.

Pelatih Popsivo Polwan, Darko Dobriskov, turut mengakui bahwa komunikasi menjadi salah satu masalah utama timnya. Ia menyebut pertandingan berjalan ketat, tetapi masih banyak aspek teknis yang perlu dibenahi.

“Pertandingan ini sangat ketat, seperti laga final four pada umumnya. Namun, kami masih punya banyak pekerjaan rumah, terutama dalam hal komunikasi dan aspek teknis lainnya,” katanya.

Sementara itu, pelatih Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia, Alessandro Lodi, menyebut kemenangan timnya tidak lepas dari hasil evaluasi usai kekalahan sebelumnya dari Jakarta Pertamina Enduro.

“Kekalahan kemarin menjadi pelajaran penting bagi kami. Hari ini kami menunjukkan kekuatan, kesungguhan, dan ketangguhan. Meski sempat kehilangan set awal, kami mampu menemukan ritme kembali dan akhirnya menang,” tuturnya.

Kemenangan ini menjadi bukti ketangguhan Gresik Phonska Plus dalam bangkit dari tekanan, sekaligus memperbesar peluang mereka melangkah lebih jauh di Proliga 2026. (Kun)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *