THAILAND, Purworejosport.com, Comeback dramatis Timnas Voli Putri Indonesia berakhir dengan luka pada ajang SEA V Cup Women. Sempat bangkit dan memberikan perlawanan sengit, Garuda Putri akhirnya harus mengakui keunggulan Filipina setelah kalah tipis 31-33 pada set keempat dalam laga yang berlangsung penuh ketegangan di Stadion Chiang Mai, Thailand, Minggu (9/8/2026).
Kekalahan tersebut membuat Filipina mengamankan kemenangan 3-1 sekaligus mencatatkan hasil bersejarah setelah sebelumnya juga menaklukkan Vietnam dengan skor identik, 3-1.
Indonesia sebenarnya sempat menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Setelah kehilangan momentum pada awal pertandingan, skuad Merah Putih mampu merebut set kedua dengan skor 25-23.
Permainan Indonesia pun perlahan membaik dan membuat pertandingan semakin terbuka. Namun, drama terbesar terjadi pada set keempat. Filipina sempat tampil lebih meyakinkan dan memimpin 8-5 pada technical time out pertama.
Indonesia tidak tinggal diam. Perlahan tapi pasti permainan Garuda Pertiwi menemukan ritmenya hingga mampu membalikkan keadaan dan berbalik unggul 16-15 pada technical time out kedua.
Memasuki fase akhir set, kedua tim tampil tanpa kompromi. Indonesia sempat berada di depan dengan skor 21-20 dan 23-22. Bahkan, Garuda Putri mendapatkan peluang emas untuk menutup pertandingan ketika unggul 24-22.
Sayangnya, kesempatan tersebut belum mampu dimanfaatkan.
Filipina terus memberikan tekanan dan berhasil memaksa skor memasuki fase deuce. Setelah itu, pertandingan berubah menjadi pertarungan mental. Kedua tim silih berganti mendapatkan peluang kemenangan, tetapi tidak ada yang mampu menciptakan keunggulan dua poin.
Indonesia beberapa kali berada di ambang kemenangan, tetapi Filipina selalu mampu bertahan. Begitu pula sebaliknya. Saat Filipina mendapatkan peluang untuk mengakhiri pertandingan, Indonesia berkali-kali berhasil menyamakan kedudukan.
Deuce demi deuce pun terus terjadi.
Hingga akhirnya, setelah melalui 16 kali deuce, Filipina mendapatkan dua poin beruntun untuk mengakhiri perlawanan Indonesia dengan skor 33-31.
Sorak kemenangan pun pecah dari kubu Filipina. Sebaliknya, para pemain Indonesia harus menerima kenyataan pahit setelah berjuang hingga batas terakhir. Kemenangan tersebut menjadi catatan penting bagi voli putri Filipina. Mereka mampu menjaga ketenangan dalam situasi paling krusial dan menuntaskan pertandingan meski sempat kehilangan momentum ketika Indonesia mulai bangkit.
Bagi Indonesia, kekalahan ini menjadi pukulan terhadap ambisi di turnamen. Target Garuda Pertiwi untuk finis sebagai runner-up dipastikan kandas. Bahkan, posisi akhir Indonesia masih berada dalam situasi yang mengkhawatirkan dan dapat berubah berdasarkan hasil pertandingan tersisa serta perhitungan klasemen. Indonesia juga berpotensi mengakhiri persaingan di posisi terbawah.
Salah satu skenario yang perlu diperhatikan adalah hasil pertandingan Vietnam melawan Filipina. Jika Vietnam mampu meraih kemenangan atas Filipina, posisi Indonesia dapat semakin terpuruk dan berpotensi menjadi juru kunci.
Situasi tersebut terasa semakin pahit jika dibandingkan dengan pencapaian pada leg pertama, ketika Indonesia mampu menempati peringkat ketiga. Kekalahan dari Filipina juga menyisakan sejumlah pekerjaan rumah bagi Garuda Pertiwi.
Konsistensi permainan, efektivitas blok, penyelesaian serangan, hingga ketenangan dalam menghadapi poin-poin krusial menjadi aspek yang perlu dievaluasi. Pertandingan ini menjadi bukti bahwa dalam olahraga, momentum tidak selalu berujung kemenangan. Indonesia memiliki kesempatan untuk menuntaskan comeback, tetapi Filipina justru menunjukkan ketangguhan mental pada saat pertandingan memasuki titik paling menentukan.
Skor 33-31 bukan sekadar angka. Itu adalah gambaran betapa tipisnya jarak antara kemenangan dan kekalahan. Indonesia hanya membutuhkan dua poin untuk mengakhiri pertandingan, tetapi Filipina mampu bertahan, membalikkan tekanan, dan akhirnya menciptakan sejarah.
Filipina pulang dengan kemenangan bersejarah. Sementara Indonesia harus membawa pulang pekerjaan besar. (Kun)
![]()
