KUALA LUMPUR, Purworejosport.com, Mora Group untuk pertama kalinya berpartisipasi dalam MATTA Fair 2026 yang berlangsung di Malaysia International Trade and Exhibition Centre (MITEC), Kuala Lumpur. Partisipasi ini menandai langkah strategis dalam ekspansi pasar internasional dan menjadi bagian dari upaya perusahaan menjajaki pasar Malaysia sebagai salah satu sumber wisatawan ke Indonesia.
Founder dan CEO Mora Group, Andhy Irawan mengungkapkan, selama tiga hari pameran pada awal April 2026, Mora Group menawarkan paket perjalanan ke sejumlah destinasi yang terintegrasi dengan layanan menginap di unit hotel yang dikelola.
Untuk wilayah Jawa Timur, Mora Group menghadirkan paket wisata berbasis Surabaya sebagai pintu masuk menuju destinasi unggulan seperti Bromo dan Tumpak Sewu. Selain itu, tersedia pula paket “Discovery Surabaya” yang mencakup kunjungan ke kawasan Kota Lama dengan fasilitas Toerwagen, susur Sungai Kalimas, serta tur kota menggunakan bus Surabaya Sightseeing and City Tour.
“Adapun wilayah Yogyakarta, paket yang ditawarkan meliputi city tour dengan kunjungan ke Malioboro, Taman Sari, dan Keraton Yogyakarta, serta destinasi candi seperti Borobudur dan Prambanan,” jelas Andhy. Selain itu, Mora Group juga menawarkan alternatif perjalanan ke kawasan Kulon Progo, termasuk Waduk Sermo, Kalibiru, serta aktivitas jeep di Pantai Glagah.
Adapun untuk wilayah Kalimantan Selatan, perjalanan mencakup susur Sungai Martapura dan Barito, kunjungan ke Pulau Kembang, wisata religi di Martapura seperti makam Guru Sekumpul dan Datu Kelampayan. Juga destinasi alam seperti Tahura Sultan Adam dan Pantai Batakan, dilengkapi dengan kunjungan ke pusat kerajinan dan kuliner lokal.

Andhy menuturkan, berdasarkan pencatatan di lokasi, sedikitnya 40 pengunjung pada hari pertama mendatangi booth Mora Group dan menunjukkan minat terhadap produk yang ditawarkan.
“Jumlah kunjungan meningkat pada hari kedua dan ketiga pameran. Hingga penutupan acara, sedikitnya 50 pengunjung telah melakukan deposit untuk pemesanan paket wisata yang mencakup layanan menginap di jaringan hotel Mora Group,” tutur Andhy.
Menuritnya, minat pengunjung cenderung terpusat pada paket perjalanan ke Surabaya (termasuk Bromo dan Tumpak Sewu) serta Yogyakarta. Sementara itu, destinasi Kalimantan Selatan masih memerlukan pengenalan lebih lanjut di pasar Malaysia.
“Keikutsertaan ini menjadi langkah awal yang penting bagi Mora Group untuk memahami dinamika pasar regional, khususnya Malaysia sebagai salah satu pasar outbound utama ke Indonesia. Lebih dari sekadar penjualan, kami mendapatkan insight berharga terkait perilaku konsumen, preferensi produk, serta posisi kompetitif di pasar,” ungkap Andhy.
Di sisi lain, Director of Operation and Revenue Mora Group, Hengky Tambayong menyebutkan, partisipasi ini memberi gambaran awal mengenai preferensi pasar Malaysia terhadap produk perjalanan ke Indonesia. Termasuk jenis destinasi dan pola perjalanan yang diminati.
Pihaknya menyatakan akan menggunakan hasil pengamatan selama pameran sebagai dasar untuk penyusunan strategi pemasaran dan pengembangan produk yang lebih sesuai dengan kebutuhan pasar regional. Sejalan dengan rencana pengembangan perusahaan, Mora Group saat ini tengah mempersiapkan pembukaan properti baru, yaitu Hemora Lereng Senja Ciwidey, Bandung dan Hemora Sriti Palu, yang dijadwalkan beroperasi pada semester kedua tahun 2026.
Kehadiran properti ini diharapkan dapat memperkuat portofolio serta menghadirkan pengalaman menginap yang lebih beragam bagi wisatawan domestik maupun internasional. (Yud)
![]()
