400 Pesilat Pelajar Meriahkan Popda Purworejo 2026 Cabor Silat

PURWOREJO, Purworejosport.com, POPDA Purworejo 2026 cabang olahraga pencak silat berlangsung meriah dengan diikuti sekitar 400 atlet pelajar dari berbagai jenjang pendidikan. Pertandingan digelar selama tiga hari, mulai  Sabtu hingga Senin (9- 11/5/2026) di Ganesha Conference Hall.

Ketua Panitia Pelaksana cabor pencak silat, Sigit Bayu Sampurno, mengatakan bahwa pada Popda tahun ini dipertandingkan 12 kelas. Terdiri atas kategori laga dan seni tunggal untuk jenjang SD/MI hingga SMA/SMK/MA.

“Untuk tingkat SD/MI dan SMP/MTs dipertandingkan dua kelas laga dan satu kelas seni tunggal. Sedangkan jenjang SMA/SMK/MA mempertandingkan sembilan kelas laga dan satu kelas seni tunggal,” ujarnya saat dikonfirmasi di lokasi pertandingan, Senin (11/5/2026).

Menurut Sigit, pelaksanaan pertandingan mengacu pada petunjuk teknis (juknis) dan petunjuk pelaksanaan (juklak) dari Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Purworejo. Fokus utama Popda kali ini adalah mempertandingkan kelas-kelas yang nantinya dipertandingkan pada tingkat provinsi.

Ia menjelaskan, jumlah kelas yang dipertandingkan di tingkat kabupaten bahkan relatif lebih banyak dibandingkan dengan Popda Jawa Tengah.

“Agenda hari terakhir mempertandingkan empat kelas kategori laga dan seni tunggal tingkat SMA/SMK hingga final. Kami berharap seluruh pertandingan dapat selesai tepat waktu karena ini merupakan hari terakhir pelaksanaan,” katanya.

Pertarungan kategori SMA Putri Popda Silat

Sigit menambahkan, tujuan utama penyelenggaraan Popda bukan sekadar mencari juara. Tetapi juga menjaring bibit atlet potensial yang mampu bersaing di tingkat lebih tinggi dan mengharumkan nama daerah.

“Kami ingin melahirkan atlet-atlet potensial yang nantinya mampu bersaing dengan daerah lain dan membawa prestasi untuk Purworejo,” ungkapnya.

Menanggapi keluhan sejumlah pembina terkait tidak dipertandingkannya kelas pra dini dan usia dini, Sigit menyebut hal itu disebabkan minimnya kuota pertandingan untuk kategori tersebut di tingkat provinsi.

Sebagai solusi, pihak panitia berencana memaksimalkan persiapan pra atletnya dengan melakukan srleksi secara ketat untuk menghadapi Popda Provinsi.

Sedangkan open tournament pencak silat setelah Popda selesai, juga bisa menjadi solusi. Namun semua itu memerlukan prosedur dan persiapan yang matang. Jika pada event Popda tidak bisa mempertandingkan semua kelas, tidak demikian halnya dalam turnamen open. Karena akan mempertandingkan seluruh kelas, mulai usia dini hingga dewasa.

Ia juga mengapresiasi tingginya antusiasme peserta yang mendaftar pada tahun ini. Menurutnya, jumlah peserta yang besar menjadi tantangan tersendiri bagi panitia untuk mengatur jalannya pertandingan dalam waktu yang terbatas. (Kun)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *