Indonesia Hajar Singapura 2-0, Kartu Merah Jadi Titik Balik, Duel Kontra Malaysia Jadi Penentu Juara Grup

JAKARTA, Purworejosport.com– Timnas Indonesia meraih kemenangan penting atas Singapura dengan skor 2-0 dalam pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Jumat malam (25/9/2026).

Indonesia yang sudah unggul pada babak pertama harus bekerja keras untuk menambah gol. Situasi berubah drastis setelah Singapura kehilangan satu pemain akibat kartu merah pada babak kedua.

Kemenangan ini membuat Indonesia mengamankan tambahan tiga poin dan menempati posisi kedua klasemen sementara Grup A, tepat di bawah Malaysia. Hasil tersebut sekaligus menjaga peluang Indonesia untuk menjadi juara grup.

Indonesia langsung berusaha mengambil kendali permainan sejak awal pertandingan. Tekanan yang dibangun skuad Garuda akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-11.
Ragnar Oratmangoen mencatatkan namanya di papan skor setelah berhasil membawa Indonesia unggul 1-0.

Keunggulan tersebut bertahan hingga turun minum. Singapura masih mampu menjaga pertahanannya sehingga Indonesia belum dapat memperlebar jarak pada babak pertama.

Memasuki babak kedua, Indonesia terus meningkatkan tekanan. Namun, momentum pertandingan berubah setelah terjadi pelanggaran keras di depan kotak penalti Singapura.

Pada menit ke-67, bek Singapura, Safuwan Baharudin, melakukan pelanggaran terhadap penyerang Indonesia, Ole Romeny, di depan area kotak penalti.

Wasit awalnya memberikan kartu kuning kepada Baharudin. Indonesia kemudian mendapatkan tendangan bebas dari posisi tersebut. Akan tetapi, sebelum tendangan bebas dilakukan, wasit menerima rekomendasi dari ruang Video Assistant Referee (VAR) untuk meninjau kembali insiden tersebut. Wasit kemudian menuju monitor di sisi lapangan untuk melihat tayangan ulang.

Dari tayangan ulang, pelanggaran Baharudin dinilai terjadi ketika dirinya menjadi pemain terakhir Singapura di wilayah pertahanan. Setelah melakukan peninjauan, wasit mengubah keputusannya. Kartu kuning yang sebelumnya diberikan kepada Baharudin dibatalkan dan diganti dengan kartu merah.

Singapura pun harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain sejak sekitar menit ke-70. Unggul jumlah pemain membuat Indonesia semakin leluasa menekan pertahanan Singapura.

Thom Haye kemudian mengambil tendangan bebas yang diberikan setelah pelanggaran terhadap Ole Romeny. Namun, eksekusinya belum menghasilkan gol karena bola membentur pagar pemain Singapura.

Indonesia kemudian mendapatkan keuntungan lain. Wasit menunjuk titik penalti setelah bola hasil situasi tersebut mengenai tangan pemain Singapura, Uiyoung Song, di dalam area terlarang.

Ole Romeny dipercaya menjadi algojo penalti.
Penyerang Indonesia itu menjalankan tugasnya dengan tenang. Tembakannya berhasil mengecoh kiper Singapura, Izwan Mahbud, dan mengubah skor menjadi 2-0 pada menit ke-73.

Bermain dengan keunggulan jumlah pemain membuat Indonesia memiliki ruang lebih besar untuk mengembangkan permainan. Skuad Garuda beberapa kali berusaha menambah keunggulan. Namun, hingga pertandingan berakhir, tidak ada gol tambahan yang tercipta.
Indonesia pun menutup laga dengan kemenangan 2-0 atas Singapura.

Tambahan tiga poin menjadi modal penting bagi Indonesia dalam persaingan Grup A. Skuad Garuda kini berada di posisi kedua klasemen sementara, di bawah Malaysia.

Pertandingan berikutnya akan menjadi laga yang sangat menentukan bagi Indonesia dan Malaysia.Kedua tim dijadwalkan bertemu pada Senin, 28 September 2026. Pertandingan tersebut akan menentukan posisi puncak klasemen Grup A sekaligus menjadi penentu siapa yang finis sebagai juara grup.

Indonesia datang dengan modal kemenangan 2-0 atas Singapura, sedangkan persaingan dengan Malaysia akan menjadi ujian berikutnya bagi skuad Garuda. Dengan demikian, perhatian publik sepak bola Indonesia kini beralih ke pertandingan kontra Malaysia yang akan menjadi laga penentuan di Grup A. (Kun)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *