Kontingen Popda Provinsi Purworejo Lampaui Perolehan Medali Meski Target 8 Emas Tak Terpenuhi

PURWOREJO, Purworejosport.com, Meski target delapan emas tak terpenuhi oleh Kontingen Purworejo pada Popda Provinsi Jawa Tengah, namun hasil yang diperoleh tahun ini melampaui perolehan hasil dibanding tahun sebelumnya. Dari target perolehan delapan emas, 10 perak, dan 11 perunggu, kontingen Purworejo membawa pulang lima emas, 10 perak, dan 17 perunggu.


Lima medali emas diperoleh dari cabor panjat tebing, panahan dua medali, balap sepada, dan senam SMA. “Sedangkan yang tidak memenuhi target emas yakni atletik, bulu tangkis, pencak silat, renang,  dan tenis meja. Adapun  cabor tinju meski dapat dua emas tapi karena dimasukkan ke dalam eksebisi sehingga tidak dimasukkan ke dalam data Simpora,” kata Kabid Olah Raga Dinporapar, Widodo.

Saat ditemui di ruang kerjanya pada Senin (6/9/2026), Widodo mengatakan, secara peringkat, kontingen Purworejo berada di urutan 25 dari 35 kota/kabupaten se-Jawa Tengah.

“Pada pelaksanaan Popda Provinsi Jawa Tengah tanggal 1 sampai tanggal 6 September, kita memperoleh hasil yang di luar dugaan juga. Artinya dibanding tahun 2024 dan 2025 perolehan medali tahun ini mengalami peningkatan luar biasa. Melampaui target perak dan perunggu,” jelas Widodo.

Artinya, dari 11 medali perunggu yang ditargetkan, Purworejo mendapat 17. Meski persaingan berlangsung ketat. Termasuk dengan Kabupaten Kebumen dan Temanggung yang pembinaannya kompetitif. Sehingga hasilnya, Purworejo masih di bawah Kebumen, dan Temanggung, walaupun tahun ini perolehan medali meningkat.

Kabid Olah Raga Dinporapar, Widodo

Widodo menjelaskan, pada Popda Provinsi tahun 2024, Purworejo mendapat tiga emas, tiga perak, dan tujuh perunggu. Tahun 2025 dua emas  enam perak, enam perunggu. “Peningkatannya cukup lumayan,” imbuhnya.

Widodo menegaskan, meskipun mengalami peningkatan hasil, namun hal ini  menjadi PR Dinporapar dan KONI untuk bersama-sama melakukan pembinaan olah raga  sehingga prestasinya bisa meningkat lebih cepat lagi.

“Tanpa kebersamaan, tentunya kita akan juga sulit untuk mencapai prestasi yang lebih tinggi,” ujar Widodo. Salah satunya dengan menggelar event kompetisi di Purworejo sebagai ajang pengukuran prestasi yang ada di Kabupaten ini. Terutama menjaring prestasi atlet-atlet muda yang berbakat sehingga nantinya akan memperkuat tim Purworejo.

Terkait hasil tersebut, Widodo menegaskan bahwa pihaknya akan mempertahankan perolehan medali emas dan perak. “Untuk mengadakan kompetisi memang butuh dana baik lokal maupun tingkat karesidenan. Selain itu kami mendorong terlaksananya kelas khusus olah raga (KKO) yang tak kunjung direalisasikan di Kabupaten Purworejo. Sementara beberapa daerah lain sudah dilakukan.

Meski sudah ada sekolah swasta yang melakukan adanya KKO. Teknisnya, nanti ada kelas khusus untuk siswa yang punya prestasi olah raga dengan guru khusus. (Yud)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *