Liputan Popda Cabor Futsal, Awak Media Malah Dapat Kartu Kuning Wasit

PURWOREJO, Purworejosport.com, olahraga futsal menjadi salah satu pertandingan paling ramai dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Kabupaten Purworejo 2026. Sebanyak 120 tim ambil bagian dalam kompetisi tersebut untuk memperebutkan gelar juara Popda tingkat kabupaten.

Meski popularitas futsal terus meningkat di kalangan pelajar, cabang olahraga ini hingga kini baru dipertandingkan pada level Popda kabupaten. Untuk jenjang karesidenan maupun provinsi, futsal belum masuk dalam daftar cabang yang diperlombakan.

Hal itu disampaikan Bendahara Panitia Pelaksana Popda Purworejo 2026, Arimurti, saat dikonfirmasi di sela pertandingan di GOR Sarwo Edhie Wibowo, Selasa (19/5/2026).

“Antusias peserta sangat tinggi. Hampir seluruh sekolah di jenjang SMP/MTs dan SMA/SMK/MA mengirimkan timnya untuk mengikuti Popda futsal tahun ini,” ujarnya.

Sementara itu, untuk tingkat SD, jumlah peserta masih terbatas dan hanya diikuti delapan tim. Namun demikian, penyelenggaraan futsal Popda dinilai tetap mampu menjadi wadah kompetisi berkualitas di tingkat Kabupaten Purworejo.

Menurut Arimurti, meskipun futsal belum dipertandingkan di level Popda yang lebih tinggi, ajang ini tetap memiliki nilai penting dalam pembinaan atlet usia pelajar.

“Dari event seperti ini, atlet-atlet berbakat bisa dipantau dan diarahkan mengikuti kejuaraan lain seperti Porprov, Dulongmas, Liga Nusantara, maupun turnamen lainnya,” jelasnya.

Selain menjadi ajang kompetisi, Popda 2026 juga menerapkan aturan yang cukup ketat demi membangun disiplin dan mental bertanding para atlet. Panitia berharap seluruh peserta benar-benar fokus selama pertandingan berlangsung.

Namun, ketatnya penerapan aturan tersebut turut menimbulkan sorotan. Salah satu awak media olahraga di Purworejo dilaporkan mendapat kartu kuning dari wasit saat mengambil gambar pertandingan untuk kebutuhan peliputan.

Peristiwa itu terjadi ketika jurnalis berada di area pertandingan. Meski dinilai tidak mengganggu jalannya laga, wasit tetap memberikan peringatan karena menganggap keberadaan awak media melanggar aturan pendamping tim.

Dalam regulasi pertandingan disebutkan bahwa ofisial yang mendampingi tim tidak diperbolehkan lebih dari satu orang. Wasit menilai posisi awak media tersebut masuk dalam area yang tidak diperkenankan.

Kejadian ini pun memunculkan pertanyaan di kalangan pelaku olahraga dan masyarakat futsal Purworejo mengenai sejauh mana penerapan aturan dilakukan secara proporsional, khususnya terhadap insan media yang menjalankan tugas peliputan.

Sejumlah pihak berharap ada kejelasan teknis terkait batas area peliputan media dalam pertandingan futsal agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di ajang olahraga pelajar berikutnya. (Kun)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *