PURWOREJO, Purworejosport.com – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan atlet tenis meja asal Kabupaten Purworejo. Dua atlet muda Purworejo yang mewakili Jawa Tengah berhasil meraih medali emas dan perak dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tenis Meja PB PTMSI kelompok umur dan umum yang berlangsung pada 21–28 September di Baywalk Pluit, Jakarta.
Dua atlet tersebut adalah Rafa Adytia yang berhasil menjadi juara pertama kategori putra kelompok umur U-11 dan Adisa Ava Argani yang meraih juara kedua kategori putri kelompok umur U-11.
Capaian tersebut menjadi bukti bahwa atlet-atlet muda Purworejo mampu bersaing di level nasional. Sebelum tampil di Kejurnas, keduanya mengikuti proses seleksi melalui Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kabupaten Purworejo hingga akhirnya dipercaya memperkuat kontingen Jawa Tengah.
Namun, di balik prestasi tersebut, terdapat persoalan yang kembali menjadi perhatian, yakni dukungan pembinaan dan pembiayaan atlet. Proses seleksi hingga keberangkatan atlet, menurut pihak pelatih, masih dilakukan dengan anggaran mandiri tanpa dukungan yang memadai dari berbagai pihak.
Ketua PTMSI Kabupaten Purworejo, Sulistio, melalui pelatih kedua atlet, Muhamad Lendy, menyampaikan bahwa keberhasilan Rafa dan Adisa tidak lepas dari kegigihan, disiplin, serta semangat para atlet dan pihak yang selama ini mendampingi mereka.
“Anak-anak ini membuktikan bahwa dengan tekad dan semangat, mereka tidak hanya mampu bersaing di tingkat provinsi, tetapi juga bisa meraih prestasi di tingkat nasional,” ujar Muhamad Lendy, menyampaikan pernyataan Ketua PTMSI Purworejo, Sulistio.
Menurutnya, prestasi tersebut seharusnya menjadi perhatian bagi berbagai pihak terkait, khususnya KONI, PTMSI, Disporapar, serta instansi lainnya yang memiliki perhatian terhadap pembinaan olahraga di Kabupaten Purworejo.
Pihaknya berharap atlet-atlet muda berpotensi di Purworejo mendapatkan perhatian dan dukungan yang lebih serius, baik dalam proses seleksi, pembinaan, maupun ketika mengikuti kejuaraan di tingkat yang lebih tinggi.
“Kalau Purworejo lebih memperhatikan atlet-atletnya, tentu masih banyak potensi atlet yang bisa bersaing hingga kejuaraan nasional. Namun, apabila kondisi seperti ini terus terjadi dan atlet kurang mendapatkan perhatian, bukan tidak mungkin atlet-atlet potensial memilih pindah ke daerah yang memberikan pembinaan dan penghargaan lebih baik,” jelasnya.
Kondisi tersebut juga dinilai dapat berdampak pada proses regenerasi atlet di Purworejo. Kurangnya dukungan terhadap atlet muda berpotensi membuat pembinaan dan proses pencarian bibit-bibit baru olahraga di daerah menjadi tidak optimal.
Prestasi Rafa Adytia dan Adisa Ava Argani di Kejurnas PB PTMSI menjadi gambaran bahwa Purworejo memiliki potensi atlet tenis meja yang dapat bersaing di tingkat nasional. Medali emas dan perak yang mereka bawa pulang sekaligus menjadi catatan penting bagi pembinaan olahraga tenis meja di Kabupaten Purworejo.
Ke depan, perhatian dan dukungan dari pemangku kepentingan diharapkan dapat semakin diperkuat agar potensi atlet-atlet muda Purworejo dapat berkembang secara berkelanjutan dan memiliki kesempatan yang lebih luas untuk mengharumkan nama daerah hingga ke tingkat nasional. (Kun)
![]()
