AMBARAWA, Purworejosport.com– Pedayung Purworejo Ibra Firman Hidayat (17) yang terjun di nomor 1.000 meter putra cabor Dayung Porprov 2026, masih harus banyak menambah jam terbang berlomba dan kuantitas berlatih. Setidaknya itulah yang disampaikan Ibra saat belum berhasil menembus babak final pada lomba yang digelar di Rawa Pening, Ambarawa pada Selasa (27/10/2026).
Race menuju babak semifinal yang dijalaninya kali ini memang cukup menguras energi dan emosi. Mengingat Ibra bersama dua pedayung lain dari Batang dan Pekalongan harus menunggu tiga jam lebih dari waktu yang ditentukan panitia yakni dari pukul 13.00 sampai 16.15 WIB . Mereka berada di tengah danau dengan posisi duduk tegak dalam jangka waktu lama.
Usai race, Ibra menyampaikan bahwa ia masih harus banyak berlatih paling tidak setahun lagi. Selain juga menambah jam terbang. Kekalahan kaki ini menurutnya menjadi pelajaran berharga agar ke depan bisa lebih matang dan siap berlomba.
Hal tersebut juga dibenarkan oleh ketua cabor PODSI Purworejo, Indartiningsih (Iin) yang menyebutkan bahwa Ibra masih kurang dalam hal waktu latihan.
“Ibra baru dua tahun berlatih. Padahal paling tidak dibutuhkan tiga tahun untuk menjadi atlet profesional. Bahkan para juara itu sudah lebih dari lima tahun mereka menempa diri. Kadi memang persiapan kurang matang, ” ucap Iin didambakan pelatih Rakmat Nurkhokis.
Selain itu juga menyampaikan harapannya agar PODSI Purworejo punya perahu yang layak untuk menunjang performa saat bertanding. “Semoga segera bisa terealisasi karena ini juga menjadi salah satu faktor penentu dalam race profesional,” ungkap Iin.
Dirinya pun meminta maaf karena pada Porprov kali ini cabor dayung belum bisa menyumbangkan medali. “Semoga empat tahun mendatang kami bisa menyumbangkan medali untuk Purworejo,” tandasnya. (Yud)
![]()
