PURWOREJO, Purworejosport.com – Pasar Apresiasi menjadi salah satu agenda HUT ke-78 DPRD Kabupaten Purworejo. Pembukaan Pasar Apresiasi dilakukan oleh Ketua DPRD Tunaryo didampingi Wakil Ketua Rudi Hartono dan Rokhman pada Sabtu (24/10/2026) siang.
Tak hanya membuka dan berkunjung ke 44 stand binaan DPRD, Tunaryo yang akrab dipanggil Mbah Tun ini juga berbelanja di setiap stand yang didatangi. Nilainya berkisar Rp100 ribu per stand. Mulai dari aneka kuliner baik makanan dan minuman serta produk UMKM seperti keripik tempe, hingga produk kriya dibeli Mbah Tun beserta Rokhman dan Rudi.
Para pedagang UMKM pun tampak gembira saat jualan mereka dibeli oleh Ketua DPRD. Tak jarang mereka meminta foto bersama dengan orang nomor satu di jajaran DPRD Purworejo ini.
Saat memberikan keterangan kepada media, Mbah Tun menyampaikan bahwa Pasar Apresiasi ini adalah untuk memberikan ruang kepada pelaku UMKM menampilkan produk unggulan mereka kepada masyarakat.
“Harapannya potensi lokal semakin dikenal luas dan jadi kebanggaan bersama serta dapat mendorong ekonomi kreatif. Selain juga diharapkan dapat mempererat hubungan anggota DPRD dan masyarakat sebagai hubungan yang berkelanjutan,” kata Mbah Tun.
Melalui kegiatan ini pihaknya mengajak masyarakat untuk menbeli dan menggunakan produk UMKM lokal. Selain itu, pihaknya juga menyampaikan permohonan maaf bagi masyarakat yang kurang nyaman karena akses jalannya ditutup. “Ini merupakan kegiatan rakyat dan harus kita dukung bersama,” ujar Mbah Tun.

Selain Pasar Apresiasi yang diikuti perwakilan UMKM dari 16 kecamatan, HUT ke-78 DPRD juga dimeriahkan pameran lukisan seni lokal karya siswa SMP dan SMA yang ada di Purworejo, serta karya seniman difabel. Lukisan tersebut dijual sebagai karya seni anak-anak yang berprestasi.
Disamping itu juga terdapat suguhan kesenian asli Purworejo. Ada juga jalan sehat gratis yang diadakan pada Minggu (25/10/2026) dengan hadiah menarik.
Selain itu, satu hal yang berbeda dilakukan dalam memperingati HUT ke-78 DPRD tahun ini, yakni berupa ruwatan. Kegiatan ini menyimpan harapan dan permohonan agar semua anggota DPRD diberi keselamatan. Termasuk juga yang ada di lingkungan DPRD agar memegang teguh sumpah yang pernah diucapkan.
“Ruwatan ini mengandung makna agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Prosesinya, ruwatan ini memperdengarkan wejangan atau kidung. Kemudian dilakukan siraman, dan melarung semua pakaian yang dikenakan untuk selanjutnya semua anggota DPRD wajib berganti pakaian serba baru. Harapannya untuk membuang kesialan yang tidak diinginkan,” jelas Mbah Tun.
Dalam pernyataannya, ia menyampaikan
harapannya di tahun 2026 yakni fokus kerakyatan dan masyarakat karena gedung DPRD milik rakyat. (Yud)
![]()
