PURWOREJO, Purworejosport.com, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Purworejo mengeluarkan peringatan tegas kepada seluruh atlet yang tengah menjalani pemusatan latihan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026. Atlet yang tidak disiplin, tidak menunjukkan peningkatan kemampuan, atau mengabaikan program latihan terancam dicoret dari kontingen Purworejo.
Ketegasan tersebut disampaikan Ketua KONI Kabupaten Purworejo, Muhamad Abdullah, saat Rapat Koordinasi sekaligus penyampaian hasil tes kesehatan dan tes fisik atlet yang digelar di RM Kedai Satu-Satu Purworejo, Rabu (15/7/2026) malam.
Kegiatan tersebut dihadiri para pelatih, official, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Purworejo Bangun Erlangga Ibrahim, serta Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Purworejo Nur Hidayat Pramudyanto.
Dalam sambutanya Abdullah menegaskan, hasil evaluasi dari dua kali tes fisik menunjukkan masih terdapat sejumlah atlet dari berbagai cabang olahraga yang belum memenuhi standar kebugaran sesuai kebutuhan masing-masing cabang.
“Kami tidak menuntut semua atlet harus meraih medali. Tetapi kami menuntut semua atlet serius dan disiplin. Pemerintah daerah sudah memberikan dukungan yang besar, sehingga harus dijawab dengan komitmen dari para atlet,” tegas Abdullah.
Ia menjelaskan, KONI memberikan kesempatan kepada pelatih dan offisial untuk melakukan evaluasi terhadap atlet yang dinilai belum menunjukkan perkembangan. Apabila hingga batas waktu evaluasi tidak ada peningkatan yang signifikan, atlet dapat diganti paling lambat 27 Juli 2026.
Bahkan, apabila tidak tersedia atlet pengganti yang dinilai layak, KONI memilih tidak mengirimkan nomor pertandingan tertentu daripada memberangkatkan atlet yang belum siap bertanding.

“Hari ini sudah ada satu atlet yang kami coret. Dan tidak menutup kemungkinan akan ada atlet lain yang didegradasi apabila hingga batas evaluasi tidak menunjukkan peningkatan,” ujarnya.
Porprov Jawa Tengah 2026 dijadwalkan berlangsung pada 25 hingga 31 Oktober 2026. Namun ada beberapa cabang olahraga yang akan mulai dipertandingkan pada tanggal 22 Oktober 2026. “Dengan waktu persiapan yang tersisa kurang dari 100 hari, KONI meminta seluruh atlet memanfaatkan waktu secara maksimal untuk meningkatkan kondisi fisik, kemampuan teknik, dan kesiapan mental,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinporapar Kabupaten Purworejo, Bangun Erlangga Ibrahim, menegaskan bahwa pembinaan atlet tidak dapat dilakukan secara instan. Menurutnya, prestasi lahir dari proses yang terencana, konsisten, dan didukung sinergi seluruh pihak.
Ia mengajak para pelatih dan ofisial menjadi garda terdepan dalam membangun mental, kedisiplinan, serta komitmen atlet agar mampu memberikan penampilan terbaik di ajang Porprov.
“Kami dari pemerintah daerah berkomitmen terus mendampingi seluruh proses persiapan. Namun keberhasilan tetap ditentukan oleh kesungguhan para atlet dalam menjalani latihan,” katanya.
Dukungan terhadap langkah tegas KONI juga datang dari Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Purworejo, Nur Hidayat Pramudyanto. Menurutnya, kedisiplinan merupakan fondasi utama dalam membangun prestasi olahraga.
“Kami sangat setuju apabila atlet yang tidak disiplin dievaluasi. Tanpa disiplin, tidak mungkin lahir prestasi. Kami berharap Purworejo mampu meningkatkan prestasi dan minimal menembus peringkat 21 besar pada Porprov Jawa Tengah 2026,” ujarnya.
Dengan kebijakan evaluasi yang lebih ketat, KONI Purworejo berharap seluruh atlet semakin termotivasi untuk berlatih secara maksimal sehingga target peningkatan prestasi pada Porprov Jawa Tengah 2026 dapat tercapai. (Kun)
![]()
