PURWOREJO, Purworejosport.com, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Purworejo mengambil langkah tegas dalam mempersiapkan kontingen menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026. Satu atlet resmi didegradasi atau dicoret dari daftar kontingen karena dinilai tidak disiplin menjalani program latihan.
Keputusan tersebut disampaikan Ketua KONI Kabupaten Purworejo, Muhammad Abdullah, di sela pelaksanaan Tes Fisik dan Kesehatan Atlet Porprov Jawa Tengah 2026 tahap kedua yang berlangsung di GOR Sarwo Edhie Wibowo, Minggu (5/7/2026).
Menurut Abdullah, keputusan mencoret atlet tersebut diambil berdasarkan laporan pelatih dan hasil monitoring rutin yang dilakukan KONI. Atlet bersangkutan diketahui berulang kali tidak mengikuti latihan, bahkan tercatat hampir tiga pekan tidak hadir tanpa menunjukkan komitmen yang diharapkan.
“Ada satu atlet yang kemudian kami degradasi karena berdasarkan laporan pelatih dan hasil monitoring, yang bersangkutan relatif tidak disiplin dalam berlatih. Bahkan beberapa kali tidak hadir dalam jadwal latihan, kurang lebih hampir tiga minggu tidak pernah berlatih,” ujar Muhammad Abdullah.
Ia menegaskan, langkah tersebut bukan semata-mata bentuk hukuman, melainkan upaya menjaga mentalitas juara, kedisiplinan, dan profesionalisme seluruh atlet yang akan membawa nama Kabupaten Purworejo di ajang Porprov.
Menurutnya, kesempatan menjadi bagian dari kontingen Porprov merupakan peluang yang diperebutkan banyak atlet. Oleh karena itu, KONI tidak ingin ada atlet yang menyia-nyiakan kesempatan tersebut dan berpotensi memengaruhi semangat atlet lain.
“Keputusan ini kami ambil agar sikap tidak disiplin tidak menjadi contoh bagi atlet lainnya yang selama ini telah berlatih dengan sungguh-sungguh,” tegasnya.
Saat ini, KONI tengah berkoordinasi dengan cabang olahraga (cabor) terkait untuk menyiapkan atlet pengganti. Dengan adanya satu atlet yang dicoret, jumlah kontingen Purworejo kini menjadi 186 orang, terdiri atas atlet dan pelatih, dari sebelumnya sebanyak 187 orang.
Selain menyampaikan evaluasi kedisiplinan atlet, KONI juga menggelar Tes Fisik dan Kesehatan tahap kedua sebagai lanjutan dari tes sebelumnya. Kegiatan tersebut bertujuan mengukur perkembangan kondisi fisik dan tingkat kebugaran atlet menjelang Porprov Jawa Tengah 2026.
Hasil tes kedua nantinya akan dibandingkan dengan capaian pada tes pertama untuk melihat grafik peningkatan performa setiap atlet.

Sementara itu, terkait indikator maupun parameter teknis yang digunakan dalam pengujian fisik, KONI meminta agar informasi lebih rinci dikonfirmasikan kepada tim teknis yang dipimpin oleh Indri.
Abdullah menegaskan, evaluasi fisik akan dilakukan secara ketat hingga pelaksanaan tes ketiga. Atlet yang tidak menunjukkan perkembangan signifikan masih berpotensi dicoret dari daftar keberangkatan.
“Kami akan melihat grafik perkembangan dari tes pertama, kedua, hingga ketiga. Jika tidak ada peningkatan sesuai target, tentu akan menjadi bahan evaluasi dan tidak menutup kemungkinan atlet tersebut batal diberangkatkan,” katanya.
Di sisi lain, KONI bersama Pemerintah Kabupaten Purworejo telah menyiapkan sistem reward and punishment bagi atlet dan pelatih. Mereka yang mampu meraih prestasi di Porprov Jawa Tengah 2026 dipastikan akan memperoleh apresiasi yang dinilai kompetitif dibandingkan sejumlah daerah lain. Namun, penghargaan tersebut harus diimbangi dengan komitmen, disiplin, dan kerja keras selama masa persiapan.
“Tentu sudah kami siapkan reward dan punishment. Harapannya seluruh atlet dan pelatih yang mengikuti tes fisik hari ini memperoleh hasil yang lebih baik dari sebelumnya. Mereka juga harus terus meningkatkan motivasi untuk menciptakan prestasi bagi Kabupaten Purworejo,” pungkas Abdullah. (Kun)
![]()
