Tinggi Peminat, Popda Tinju Diikuti 170 Petinju Muda, Mantan Atlet Nasional Beri Apresiasi

PURWOREJO, Purworejosport.com, Cabang olahraga (cabor) tinju dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Kabupaten Purworejo 2026 mencatat lonjakan peserta yang luar biasa. Sebanyak 170 atlet dari jenjang SMP hingga SMA/SMK ambil bagian, menunjukkan tingginya minat remaja terhadap olahraga adu fisik tersebut.

Fenomena ini menjadi bukti bahwa tinju semakin diminati dari tahun ke tahun. Tidak hanya didominasi peserta putra, antusiasme juga datang dari kalangan remaja putri yang kini semakin banyak menekuni olahraga tersebut.

Ketua panitia pelaksana, Landung, melalui Slamet Nuryadi, menyampaikan bahwa tingginya jumlah peserta di luar ekspektasi. “Ini kabar baik bagi perkembangan olahraga tinju di Purworejo. Hampir setiap sekolah mengirimkan atletnya,” ujar Slamet saat ditemui di sela pertandingan yang digelar di Ganesha Convention Hall, Senin (27/4/2026)

Pertandingan resmi dibuka hari ini dengan ratusan atlet yang siap menunjukkan kemampuan terbaiknya di atas ring. Adapun pertandingan akan berlangsung selama tiga hari sampai babak final.

Dalam setiap laga, petinju diwajibkan bertanding selama tiga ronde dengan durasi tiga menit per ronde. Jika pertandingan berlangsung penuh, penentuan pemenang dilakukan melalui perhitungan poin oleh juri.

Namun, demi keselamatan atlet, wasit berhak menghentikan pertandingan jika terjadi ketimpangan kemampuan. Dalam kondisi tersebut, kemenangan diberikan melalui RSC (Referee Stops Contest) atau TKO (Technical Knock Out).

Mantan atlet nasional turut menjadi wasit pertandingan Popda tinju

Sementara itu, kemenangan KO (Knock Out) diberikan apabila petinju tidak mampu bangkit setelah hitungan wasit mencapai delapan detik akibat pukulan yang diterima.

Salah satu wasit nasional, Stefanus Hery, yang tergabung dalam organisasi tinju Perbati, turut memberikan apresiasi atas penyelenggaraan ini.

Mantan juara tinju amatir Asia era 1980-an asal Yogyakarta tersebut menilai Popda Purworejo berjalan sangat baik.
“Penyelenggaraan sekelas Popda dengan peserta mencapai ratusan ini luar biasa. Semoga daerah lain bisa mencontohnya,” katanya.

Ia juga menyoroti tingginya antusiasme peserta sebagai indikator positif bagi masa depan olahraga tinju di daerah. Menurutnya, jika tren ini terus berlanjut, Purworejo berpotensi melahirkan atlet-atlet berprestasi di tingkat nasional hingga internasional.

Stefanus berpesan agar para atlet tidak sekadar menyalurkan hobi, tetapi juga berlatih dengan serius, disiplin tinggi, serta menjunjung sportivitas.

“Ini adalah aset masa depan yang dapat memajukan dunia pertinjuan, baik di daerah, nasional, maupun internasional,” pungkasnya. (Kun)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *