Atlet Biliar Purworejo Bidik Tiga Medali di Porprov Jateng 2026, Siap Hadapi Pebiliar Nasional

PURWOREJO, Purworejosport.com– Dua atlet biliar Kabupaten Purworejo, Ferdinand Lalihatu dan Ade Suparman, siap berjuang membawa pulang tiga medali pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026 yang akan digelar Oktober mendatang.

Keduanya menjadi wakil Purworejo yang berhasil lolos ke ajang Porprov setelah melewati babak Pra Porprov. Ferdinand akan turun di kelas carom, sedangkan Ade Suparman akan berlaga di dua kelas, yakni snooker dan English billiard.

Pelatih biliar Purworejo, Mustam Yulianto, mengatakan, timnya telah mempersiapkan kedua atlet tersebut secara intensif. Latihan dijadwalkan sebanyak lima kali dalam sepekan untuk menjaga kemampuan dan kesiapan menghadapi persaingan di tingkat Provinsi Jawa Tengah.

“Ade Suparman mengikuti dua kelas, yakni snooker dan English billiard. Sedangkan Ferdinand kelas carom,” kata Mustam saat dihubungi, Rabu (23/9/2026).

Lebih lanjut Mustam menyampaikan, perjalanan tim biliar Purworejo menuju Porprov 2026 tidak mudah. Pada babak Pra Porprov, Purworejo mengirimkan tujuh atlet untuk mengikuti tujuh kelas yang dipertandingkan.

Ketujuh kelas tersebut meliputi carom, snooker, English billiard, 9 pool putra, 9 pool putri, 9 pool junior putra, serta double 9 pool putra. Namun, dari tujuh atlet yang dikirim, hanya dua atlet yang berhasil memastikan tiket ke Porprov. Keduanya kemudian akan mewakili Purworejo pada tiga kelas berbeda. “Dari tujuh atlet, hanya dua yang lolos ke Porprov untuk tiga kelas,” ujar Mustam.

Kondisi tersebut membuat persiapan kedua atlet menjadi perhatian utama. Selain jumlah atlet yang terbatas, mereka juga harus menghadapi lawan-lawan dari berbagai daerah di Jawa Tengah yang memiliki kemampuan dan pengalaman berbeda.

Untuk kelas carom, Ferdinand mendapatkan keuntungan dari tersedianya meja khusus carom di Masterpeace Billiard & Cafe Purworejo. Fasilitas tersebut menjadi salah satu penunjang utama latihan Ferdinand karena tidak semua daerah memiliki meja carom. Ia juga kerap berlatih bersama atlet dari daerah lain yang berada di Purworejo.

Latihan bersama tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk meningkatkan pengalaman dan mengasah kemampuan sebelum turun di Porprov. “Kebetulan di Masterpeace ada meja caromnya yang belum tentu dimiliki oleh daerah lain,” tutur Mustam.

Dengan fasilitas tersebut, tim pelatih berharap Ferdinand dapat mempertahankan performanya sekaligus mengulang pencapaian pada Porprov sebelumnya.

Sementara itu, tantangan berbeda dihadapi Ade Suparman. Ia akan mengikuti dua kelas, yakni snooker dan English billiard. Kedua nomor tersebut memiliki keterbatasan fasilitas latihan di Purworejo karena belum tersedia meja khusus untuk snooker dan English billiard.

Karena itu, Ade memanfaatkan meja pool untuk latihan dan melakukan penyesuaian teknik. Selain latihan rutin di Purworejo, ia juga sesekali menjalani uji tanding di Yogyakarta untuk mendapatkan suasana pertandingan yang lebih mendekati kondisi sebenarnya.

“Untuk kelas snooker dan English billiard, di Purworejo tidak memiliki meja. Jadi untuk latihannya menggunakan meja pool sekaligus sesekali uji tanding di Yogyakarta,” jelas Mustam.

Situasi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Ade. Meski demikian, tim pelatih tetap melakukan persiapan semaksimal mungkin agar keterbatasan fasilitas tidak menghambat penampilannya di Porprov.

Menghadapi Porprov Jawa Tengah 2026, tim biliar Purworejo memasang target tiga medali dari tiga kelas yang diikuti. Untuk nomor carom, target yang dipatok adalah medali perak. Target tersebut mengacu pada pencapaian Purworejo pada Porprov sebelumnya.

Mustam menyebut persaingan di nomor carom akan cukup berat karena terdapat atlet nasional yang memperkuat daerah lain. “Untuk carom kami targetkan perak seperti pada Porprov sebelumnya. Ini karena memang ada satu atlet nasional yang memperkuat daerah lain,” ungkapnya. (Kun)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *